Abrar Wakili Aceh ke Even OSN di Palu

Alhamdulillah, Abrar ditetapkan sebagai juara I dalam kompetensi adu kecerdasan di ajang Olimpiade Sains Nasional tingkat provinsi bidang IPA. Terima kasih kepada ayah bunda, guru dan teman-teman yang telah memberi dukungan kepada Abrar,”

Juara Setiap orang pasti selalu ingin menjadi juara, apalagi bagi orang tua yang pasti sangat bahagia apabila anaknya mendapat juara. Tekad, kerja keras (usaha) dan doa merupakan tiga serangkai dalam meraih predikat juara.

Seorang pelajar laki-laki berpakaian putih dengan celana panjang abu-abu berlari-lari kecil menghampiri dan menyalami kami serta gurunya di lantai satu gedung SMP 1 Banda Aceh, tepatnya di depan ruang guru piket. Pelajar ini bernama M. Abrar Almenza, siswa kelas III IPA SMP 1 Banda Aceh.

Abrar baru saja menggondol predikat juara 1 dalam kompetensi adu kecerdasan bergengsi di tingkat Provinsi Aceh melalui ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang IPA. Dia berhasi menyingkirkan beberapa orang yang sebelumnya telah lulus dalam seleksi di tingkat kabupaten/kota. Selanjutnya Abrar akan mengikuti pembekalan untuk tingkat nasional yang diadakan di kota Palu, Sulawesi Tengah.

Alhamdulillah, Abrar ditetapkan sebagai juara I dalam kompetensi adu kecerdasan di ajang Olimpiade Sains Nasional tingkat provinsi bidang IPA. Terima kasih kepada ayah bunda, guru dan teman-teman yang telah memberi dukungan kepada Abrar,” ujar remaja kelahiran Palembang 22 Juli 2001.

Ajang OSN tingkat nasional digelar di Palu Sulawesi Tengah, ada tiga bidang studi yang diperlombakan yaitu Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Pengetahuan Sosial, dan Matematika. Peserta OSN tingkat nasional adalah siswa-siswi terpilih yang telah melalui seleksi ketat di tingkat sekolah, Kecamatan, Kabupaten/Kota, dan Provinsi se-Indonesia. Abrar adalah salah satu siswa perwakilan dari Aceh Masing-masing lomba diikuti oleh 132 peserta.

Abrar telah mewakili Aceh ke ajang OSN tinggal nasional. Tapi perjuangannya dalam OSN tingkat Nasional ini belum mengantarkannya untuk menjadi juara, “walaupun selisih tiga angka dari penilaian juri yang membuat saya bukan juara, tidak membuat saya putus asa untuk terus belajar, karena Do’a, usaha dan perjuangan itu yang utama,” ujar Abrar dengan wajah bersemangat kepada Tabangun Aceh, Kamis (17/9).

Kesuksesan Abrar tidak datang dengan serta merta. Ini ada hubungan erat dengan hobinya membaca. Tidak ada hari tanpa membaca dan menulis, sehingga sebagian teman-teman menjulukinya sebagai kutu buku. Selain membaca, remaja ganteng ini  punya hobi berenang.
Selama nenempuh pendidikan mulai dari tingkat SD, Abrar telah menoreh aneka prestasi. Antara lain menjadi juara 1 dalam Lomba Karya Tulis yang diadakan oleh Dinas Kesehatan Aceh, juara 3 dalam menjawab Kuis Kita Harus Belajar (KIHAJAR) yang diadakan oleh Pustekom. Setelah dirinya masuk SMP Negeri 1 Banda Aceh dia juga memperoleh juara dalam acara Duta Sanitasi se-Aceh.

Ditanya rahasia sehingga mampu memperoleh berbagai prestasi, Abrar mengatakan, sukses yang diraihnya tidak lepas dari ketekunannya dalam belajar. Menurutnya, ia sudah dibiasakan oleh kedua orangtuanya untuk selalu belajar di pagi hari sebelum masuk waktu subuh sampai dengan subuh dan selanjutnya berdoa.

Putra pertama dari dua bersaudara pasangan Ahmad Yani dan Rini Evawani Nasution ini, di lingkungan sekolahnya dikenal sebagai siswa yang pendiam, penyabar dan berprestasi. Kepandaiannya yang paling menonjol adalah di bidang IPA.

Dia merupakan siswa teladan yang selalu mendapatkan juara di kelasnya setiap pembagian rapor.  “Selain telah mengoleksi segudang piala, Abrar juga selalu rangking 1 di kelasnya”, kata Maryati, guru yang menangani bidang kesiswaan di SMP Negeri 1 Banda Aceh.
Abrar yang sudah hafal 3 juz al-Qur’an saat ini duduk di kelas 3 SMP. Setamat SMP, dia berencana melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan pesantren untuk dapat lebih mendalami ilmu agama disamping ilmu eksak lainnya.

Ketika ditanya cita-citanya, Abrar menjawab ringkas, ingin menjadi pengusaha perkebunan. “Sukses itu adalah dapat pekerjaan untuk diri sendiri sekaligus bisa membuka lowongan kerja untuk orang lain. Karena itu, saya mau jadi pengusaha saja dan sektor perkebunan sangat menjanjikan prospeknya,” katanya.

Orangtua Abrar selalu mendampingi dan mendukung apapun yang dia lakukan jika itu baik untuk dirinya dan masa depannya. Satu pesan dari ayahnya yang terus melekat dalam dirinya sampai sekarang yaitu kata-kata: utamakan akhirat daripada dunia. Semoga Abrar menjadi motivator bagi pelajar lain untuk dapat terus berprestasi melalui belajar dan pendekatan diri kepada Sang Pencipta. (khairul amar)

Dimuat di edisi cetak - Tabloid TABANGUN ACEH - edisi 50 | september 2015

Post a Comment

0 Comments