Dari Sabang, Merancang Pembangunan Sumatera


“Adapun isu yang dibahas pada pertemuan ini antara lain meliputi isu memperkuat konektifitas antarpusat pertumbuhan Sumatera, memperkuat kemandirian energi, dan meningkatkan produksi pangan,”

-- Abubakar Karim --
Kepala Bappeda Aceh


para gubernur se-Wilayah Sumatera bersepakat agar pembangunan harus dilakukan secara terpadu dan terkoneksi antarprovinsi di seluruh wilayah Sumatera. Walaupun provinsi-provinsi itu terpisah secara administratif tapi sesungguhnya mereka tidak terpisahkan secara teretori. Provinsi-provinsi di Pulau Sumatera merupakan satu kesatuan yang utuh. Karena itu, pembangunannya mesti terkoneksi.
Menyadari hal ini, gubernur-gubernur se-Sumatera membentuk sebuah forum bersama sebagai wadah untuk membahas barbagai isu pembangunan di wilayah Sumatera. Isu-isu strategis ini kemudian dibuat perencanaan yang terpadu dan terkoneksi untuk diusulkan sebagiannya agar didanai kementerian terkait melalui APBN.
Ketua Forum Gubernur se-Sumatera saat ini adalah Gubernur Aceh dr H Zaini Abdullah. Karena itu, Aceh ditetapkan sebagai tempat penyelenggaraan Rapat Teknis (Ratek) untuk membahas berbagai isu pembangunan Sumatera, dengan leading sector-nya Bappeda Aceh.
Dalam tahun ini sudah dua kali Ratek Forum Gubernur diselenggarakan di Aceh. Ratek I digelar di Banda Aceh pada April 2015. Sementara Ratek II dilaksanakan di Sabang pada Rabu-Kamis (2-4 September 2015).
Pada Ratek II di Sabang mengambil tema “Mendorong Kerjasama Antar Wilayah dan Stakehoders untuk Mendukung Penguatan Konektifitas, Kemandiran Energi dan Pangan serta Pemerataan Pertumbuhan Ekonomi”. Ditetapkannya Sabang adalah selain karena kondisinya sangat kodusif, juga untuk memperkenalkan sektor pariwisata kepada ratusan pejabat se-Sumatera.
Ketua Ratek II Forum Gubernur se-Sumatera, Prof. Dr. Abubakar Karim, M.Si dalam sambutan pembukaan menyebutkan, Ratek II ini diagendakan untuk menindaklanjuti butir-butir kesepakatan para gubernur dalam rangka percepatan pembangunan wilayah Sumatera yang terintegrasi dalam upaya pengembangan wilayah regional Sumatera yang memerlukan dukungan dan perhatian dari kementerian/lembaga dan pemerintah daerah.
“Adapun isu yang dibahas pada pertemuan ini antara lain meliputi isu memperkuat konektifitas antarpusat pertumbuhan Sumatera, memperkuat kemandirian energi, dan meningkatkan produksi pangan,” kata Abubakar Karim yang juga kepala Bappeda Aceh.
Pembukaan Rapat Teknis II Forum Gubernur se-Sumatera, di Sabang, Rabu, (2/9)
“Selain itu, mendorong semua provinsi yang memiliki wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil se-Sumatera untuk melakukan kerjasama pengembangan bidang ekonomi dan isu mendorong peran pemerintah dan swasta untuk membangun kawasan industri hilir sesuai potensi daerah,” katanya.
Abubakar menambahkan, peserta Ratek II di Sabang adalah Kepala Bappeda se- Sumatera, dan para Kepala SKPD terkait se-Sumatera, dengan jumlah peserta sekitar 250 orang. Sementara dari kementerian RI hadir Direktur Jendral Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementrian ESDM RI, Direktur Jendral Perdagangan Dalam Negeri serta Kepala Divisi Transmisi Sumatera.
Ratek II Gubernur se-Sumatera dipusatkan di Gapang dan dibuka oleh Sekda Aceh diwakili staf ahli gubernur bidang hukum Jafar, SH, M.Hum. Sementara tempat menginap peserta terpencar mulai dari Gapang, Iboih, Hotel de Pade, dan di pusat kota Sabang. (hasan)
Dimuat di edisi cetak - TABLOID TABANGUN ACEH - EDISI 50 | SEPTEMBER 2015

Post a Comment

0 Comments