“Proyek terowongan Geurutee sudah
dilakukan pelelangan Pra FS oleh Kementerian PU dan Perumahan Rakyat. Pra FS
merupakan tahap awal dari tahapan-tahapan lainnya.
-- Muhammad Fadhil, ST, MT --
Kabid P2SP Bappeda Aceh
tahapan pembangunan
terowongan Geurutee seperti yang dijanjikan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan
Perumahan Rakyat, Basuki Hadi Moeljono, saat meninjau kondisi badan jalan
nasional yang berada di pinggiran tebing Gunung Geurutee,
Aceh Jaya, Selasa 10 Maret 2015 yang lalu, kini mulai direalisasikan. Sebelum
pembangunan fisik dilaksanakan, ada beberapa tahapan awal yang harus dipenuhi
yaitu: pelaksanaan Pra FS (Feasibility Study/Studi Kelayakan), FS (Studi
Kelayakan), AMDAL dan DED (Detail Engineering Design).
Berdasarkan informasi dari Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan
Jalan Nasional (Satker P2JN) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
RI, yang didapat melalui Kepala Bidang Perencanaan Pembangunan Sarana dan
Prasarana Bappeda Aceh, Muhammad Fadhil, ST, MT, mengatakan bahwa saat ini
sedang dilaksanakan Pra FS.
“Proyek terowongan Geurutee sudah dilakukan pelelangan Pra FS oleh
Kementerian PU dan Perumahan Rakyat. Pra FS merupakan tahap awal dari
tahapan-tahapan lainnya. Pemerintah Pusat tampak serius dengan proyek ini,”
kata Muhammad Fadhil kepada Tabangun Aceh, di ruang kerjanya Kamis
(17/9/2015).
Didampingi staf perencana infrastruktur Bappeda Aceh, Heldo
Martha, M.Sc, Muhammmad Fadhil
menjelaskan, Pra FS ini dimaksudkan untuk menentukan trase (lokasi yang tepat
untuk dibangun), yaitu melalui pengkajian fisik wilayah.
“Pengkajian itu dilaksanakan dari dua sisi, baik dari sisi
berbatasan Aceh Besar dengan Aceh Jaya dan sisi Aceh Jaya yaitu sekitar wilayah
Lamno. Hasil Pra Fs ini sangat menentukan jadi atau tidaknya pembangunan
terowongan tersebut dilaksanakan,” sambung Muhammad Fadhil.
Heldo Martha menambahkan, pengkajian Pra FS ini melibatkan
beberapa pakar seperti ahli geologi, geoteknik, jalan raya, geodesi dan
beberapa ahli lainnya yang relevan. “Kita berharap hasil Pra FS ini positif,
sehingga terowongan tersebut dapat terlaksana sesuai dengan keinginan
masyarakat Aceh, terutama masyarakat barat selatan,” kata Heldo Martha optimis.
(cekwat)
Dimuat di edisi cetak - TABLOID TABANGUN ACEH - EDISI 50 | SEPTEMBER 2015


0 Comments