Rasyidi, Makmur dengan 450 Ekor Lembu

Wartawan Tabangun Aceh mewawancarai Rasyidi pada tahun 2012.
Saat itu ternak lembu Rasyidi berjumlah 200 ekor,
pada tahun 2015 menjadi 450 ekor. | Foto: Farid

“Alhamdulillah, sekarang
Allah titipkan pada kami
sekitar 400 ekor sapi dan
50 ekor kerbau. 250 ekor 
saya pelihara sendiri dan
200 lagi saya titipkan pada
masyarakat kurang mampu
dengan sistem bagi hasil,”

-- Rasyidi
Peternak lembu
di Sampoiniet Aceh Jaya
PRIA separuh baya itu duduk di halaman teras rumah gubuk di pinggir jalan raya Banda Aceh – Meulaboh, tepatnya di Desa Jeumpheuk, Kecamatan Sampoinet, Kabupaten Aceh Jaya. Sementara seorang remaja terlihat sibuk membersihkan kotoran lembu di kandang yang menempeli sisi kiri “rumah” itu. Tak berapa lama kemudian keluar seorang perempuan paruh dan anak kecil dari “rumah” itu. Itulah keluarga Rasyidi (49).
Rasyidi adalah peternak sukses di Aceh Jaya, bahkan Aceh. Sebelum menggeluti bisnis peternakan, dia dikenal sebagai sopir dump truck milik seorang tauke di Banda Aceh. Suatu hari terlitas terlintas di pikirannya bahwa menjadi sopir yang bekerja pada orang lain adalah tanpa akhir, tidak terjamin masa tuanya.
Maka, tak berapa lama kemudian dia pun banting setir, pulang kampung dan memutuskan menjadi peternak. Namun, usaha yang digeluti sejak 1997 dan sudah berbuah hasil 128 ekor lembu disapu tsunami pada 26 Desember 2004. Dia pun harus merintis hidup baru dengan 4 ekor lembu selamat dari terjangan tsunami.
Saat pertama kali dikunjungi Tabangun Aceh pada 31 Agustus 2012, usaha Rasyidi sudah membuahkan hasil 200 ekor sapi dan kerbau. Namun, saat Tabangun Aceh, menyambanginya pada Senin siang (19/10/2015), usaha peternakan Rasyidi kini sudah berkembang pesat. Saking banyaknya jumlah ternak, dia pun tidak lagi ingat angka persisnya.
Alhamdulillah, sekarang Allah titipkan pada kami sekitar 400 ekor sapi dan 50 ekor kerbau. 250 ekor saya pelihara sendiri dan 200 lagi saya titipkan pada masyarakat kurang mampu dengan sistem bagi hasil,” kata Rasyidi didampingi Usman, kepala Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Jeumpheuk, Sampoiniet.
Harga jual lembu berkisar antara Rp 15 - 45 juta per ekor. “Kalau lembu lokal berkisar antara 15 – 25 juta, sementara yang bibit unggul bisa mencapai 24-45 juta per ekor. Tahun lalu saya menjual dua ekor lembu jenis Simental dengan berat masing-masing 1,2 ton sehara 45 juta rupiah per ekor”, kata ayah empat orang anak ini.
Berapa kekayaan Rasyidi? Tinggal ambil kalkulator dan kalikan saja jumlah ternak yang dimilikinya. Melihat usaha Rasyidi yang awalnya hanya sebagai kerja sampingan kemudian berkembang dengan gemilang, maka tidak alasan mengeluh sulitnya lapangan kerja di Aceh.
Salah satu lembu peliharaan Rasyidi mendapat juara II pada expo yang digelar di Aceh Tengah beberapa waktu lalu. Bagi anda yang berminat merintis usaha ternak lembu atau pejabat terkait yang hendak mencari inspirasi program peternakan, tidak ada salahnya melakukan studi banding ke lokasi perternakan Rasyidi di Aceh Jaya. Rasyidi yang penyayang lembu ini bersedia berbagi pengetahuan dengan orang lain, apalagi pejabat dinas terkait. (hasan basri m nur)
Wartawan Tabangun Aceh mewawancarai Rasyidi kembali pada Oktober 2015 | Foto Irfan M Nur
Dimuat di edisi cetak - TABLOID TABANGUN ACEH - EDISI 51 | OKTOBER 2015

Post a Comment

0 Comments