Aceh Peringkat 11 Indeks Pembangunan Manusia


“Dari hasil sosialisasi BPS diketahui IPM Aceh meningkat dari sebelumnya di peringkat 22 ke peringkat 11 nasional,”

-- Dr. Zulkifli, M.Si --
Sekretaris Bappeda Aceh

Badan Pusat Statistik (BPS) bekerja sama dengan United Nations Development Programme (UNDP) dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), telah melaunching sekaligus mensosialisasikan hasil Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2014 dengan menggunakan penghitungan metode baru. Kegiatan ini berlangsung di Kantor BPS, Jalan DR. Sutomo Jakarta, Senin 7 September 2015.
“Dari hasil sosialisasi BPS diketahui IPM Aceh meningkat dari sebelumnya di peringkat 22 ke peringkat 11 nasional,” kata Sekretaris Bappeda Aceh Dr. Zulkifli, M.Si.
Zulkifli yang juga didampingi Kasubbid Investasi, Dunia Usaha dan Pembiayaan Pembangunan, Aswar menjelaskan, IPM merupakan indikator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia (masyarakat/penduduk). “Dengan penghitungan metode baru, secara umum nilai hasil (level IPM) yang didapat lebih rendah dengan metode lama. Hal tersebut dipengaruhi oleh perubahan indikator dan metodelogi yang dipakai,” ujarnya.
IPM secara nasional pada tahun 2014 adalah 68,90. Sementara IPM Aceh adalah  68,81 atau masuk dalam katagori sedang. Provinsi yang masuk dalam katagori tinggi (lima besar), adalah DKI, Riau, Kaltim, Kepri, dan Bali. Sedangkan Papua, Papua Barat, Sulbar, N
TT, dan NTB masuk dalam katagori rendah. (Lihat Matrik IPM)
Zulkifli menyebutkan, ada beberapa pertimbangan yang mendasari perubahan penghitungan IPM. Di antaranya adalah ada beberapa indikator sudah tidak tepat lagi untuk digunakan dalam penghitungan IPM. “Angka Melek Huruf (AMH) sudah tidak relevan dalam mengukur pendidikan secara utuh, karena tidak menggambarkan kualitas pendidikan,” ujarnya.

Ia menambahkan, AMH di sebagian besar daerah sudah tinggi, sehingga tidak dapat membedakan tingkat pendidikan antardaerah dengan baik. Selain itu, Produk Domestik Bruto (PDB) perkapita tidak menggambarkan pendapatan masyarakat pada suatu wilayah. (cek wat)

Dimuat di edisi cetak - TABLOID TABANGUN ACEH - EDISI 50 | SEPTEMBER 2015

Post a Comment

0 Comments