SUMATERA memiliki potensi pembangunan yang sangat
besar dan berkontribusi bagi pembangunan Indonesia secara keseluruhan. Terdapat
10 provinsi yang berada di pulau Sumatera dengan segala keunggulan dan
potensinya masing-masing. Dalam perspektif pembangunan kewilayahan, Sumatera
sesunguhnya dapat dilihat sebagai kawasan dengan sumberdaya yang melimpah yang
dapat digunakan secara optimal untuk pembangunan mensejahterakan rakyat jika
dikelola-laksanakan secara terintegrasi.
Oleh karena itu, pembangunan
provinsi-provinsi di pula Sumatera mestilah dilakukan secarat terpadu dan
terkoneksi. Meskipun provinsi-provinsi ini terpisah secara administratif tapi
sesungguhnya mereka tidak terpisahkan secara teritori. Provinsi-provinsi di
pulau Sumatera secara kewilayahan merupakan satu kesatuan yang utuh, yang mana
satu sama lain saling tergantung, membutuhkan dan melengkapi. Dan, inilah
pemikiran yang mendorong gubernur-gubernur se-Sumatera membentuk sebuah forum
bersama sebagai wadah untuk membahas barbagai isu pembangunan di wilayah
Sumatera.
Salah satu turunan dari komiten forum
bersama itu adalah berupa pelaksanaan Rapat Teknis (Ratek) II yang dilaksanakan
di Sabang pada Rabu-Kamis (2-4 September 2015). Ratek kalai ini mengambil
mengambil tema “Mendorong Kerjasama Antar Wilayah dan Stakehoders untuk
Mendukung Penguatan Konektifitas, Kemandiran Energi dan Pangan serta Pemerataan
Pertumbuhan Ekonomi”. Ditetapkannya Sabang adalah selain karena kondisinya
sangat kodusif, juga untuk memperkenalkan sektor pariwisata kepada ratusan
pejabat se-Sumatera.
Ratek II ini diagendakan untuk
menindaklanjuti butir-butir kesepakatan para gubernur dalam rangka percepatan
pembangunan wilayah Sumatera yang terintegrasi dalam upaya pengembangan wilayah
regional Sumatera yang memerlukan dukungan dan perhatian dari
kementerian/lembaga dan pemerintah daerah. Adapun isu yang dibahas pada
pertemuan ini antara lain meliputi isu memperkuat konektifitas antar pusat
pertumbuhan Sumatera, memperkuat kemandirian energi, dan meningkatkan produksi
pangan. Melalui Ratek II ini semua provinsi yang memiliki wilayah pesisir dan
pulau-pulau kecil se-Sumatera didorong untuk melakukan kerjasama pengembangan
bidang ekonomi dan isu mendorong peran pemerintah dan swasta untuk membangun
kawasan industri hilir sesuai potensi daerah.
Sebagai tuan rumah, Aceh tentu
berkepentingan untuk memainkan peran penting dalam mewujudkan komimten besar
ini. Harapan ini tentu tidak berlebihan mengingat Aceh memiliki potensi yang
tidak kalah dengan provinsi-provinsi lainnya. Bahkan sesungguhnya melalui forum
Ratek II ini Aceh juga dapat mengambil manfaat dengan membangun kerja-sama
dengan sinergi yang saling menguntunngkan dengan provinsi-provinsi lain dalam
rangka memacu pembangunan di daerah-daerah, khususnya di Sumatera. Semoga!
* abubakar karim


0 Comments