Perlu Penambahan Fasilitas

“Ya, acara di Sabang bisa bermanfaat ganda, bisa mengikuti acara sekaligus bisa berwisata, terutama ke tugu kilometer nol Indonesia. Tugu kilometer nol memiliki nilai jual tersendiri bagi wisatawan Nusatara,”

-- Rusli Khaidir --

Peserta Ratek II dari Babel

“Ini yang harus diupayakan Pemko Sabang, yaitu mencari dan menghadirkan investor perhotelan yang mau membangun hotel yang representatif dan terpadu di Pulau Weh,”

-- Hamdani --
Pengusaha rumah makan di Sabang


Rusli Khaidir, peserta Ratek II Forum Gubernur se-Sumatera dari Bangka Belitung, merasa senang dan puas atas penyelenggaraan Ratek II di Sabang. “Sudah lama saya ingin datang ke Sabang, dan baru bisa tiba disini melalui forum ini,” kata Rusli kepada Tabangun Aceh usai memandu Pokja Infrastruktur di Hotel de Pade, Kamis (3/9/2015).
Selain dapat dengan nyaman mengikuti semua sesi acara, Rusli dan teman-temannya dari luar Aceh juga berkesempatan menikmati berbagai objek wisata di Sabang. “Ya, acara di Sabang bisa bermanfaat ganda, bisa mengikuti acara sekaligus bisa berwisata, terutama ke tugu kilometer nol Indonesia. Tugu kilometer nol memiliki nilai jual tersendiri bagi wisatawan Nusatara,” ujarnya.
“Penyelenggaran even-even regional dan nasional di Sabang dengan sendirinya ikut mempercepat kemajuan sektor pariwisata Sabang. Sepulang dari sini saya tentu dengan suka rela akan mengabarkan berbagai keunggulan Sabang kepada rekan-rekan di Babel,” ujar Rusli yang sehari-hari bekerja di Bappeda Babel.
Rusli menuju Sabang dari Babel via Bandara Kuala Namu, Sumatera Utara, selanjutnya bertolak ke Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang. Dari SIM dia menuju pelabuhan Ulee Lheu untuk selanjutnya naik feri ke Balohan Sabang.
“Saya terpaksa berangkat melalui Banda Aceh karena tidak kebagian tiket pesawat Garuda ke Sabang. Begitu juga saat balik ke Babel, tetap via Banda Aceh. Tapi saya tetap senang mengkuti acara di Sabang,” katanya.

Butuh hotel representatif
Sementara itu, Hamdani, pengusaha warung nasi di Kota Sabang merasa gembira dengan penyelenggaraan even-even besar di Sabang. Kehadiran peserta Ratek II Gubernur se-Sumatera berkontribusi positif terhadap perputaraan rupiah di Pulau Weh.
“Even-even besar itu ikut mendongkrak perekonomian masyarakat Sabang. Tingginya tingkat kunjungan tamu ke Sabang akan memberi efek positif bagi perekomian masyakat,” kata Hamdani yang melanjutkan usaha rumah makan Perkasa di Perdagangan Sabang.
Namun, menurut Hamdani, Sabang masih belum memiliki hotel yang sangat representatif untuk penyelenggaran even-even kolosal. “Ini yang harus diupayakan Pemko Sabang, yaitu mencari dan menghadirkan investor perhotelan yang mau membangun hotel representatif dan terpadu di Pulau Weh,” dia menyarankan.
“Memang beberapa waktu sempat tersiar kabar bahwa Surya Paloh akan membangun hotel besar di kawasan Sumur Tiga, tapi kami tidak mengetahui sudah sampai dimana realisasinya,” kata Hamdani yang lulusan UIN Ar-Raniry.
“Selain itu, kami juga mendengar di Sabang akan dibangun Hotel Ibis yang mempunyai jaringan nasinonal. Semoga kedua berita benar, dan akan mempercepat kemajuan kota Sabang sebagai destinasi ternama di Aceh,” kata pria kelahiran Kembang Tanjong, Pidie, itu. (hasan)

Post a Comment

0 Comments