Meningkat Pengguna Jasa Penyeberangan ASDP di Uleelheu


“PT ASDP menambah armada kapal menjadi dua unit yakni KMP Tanjung Burang dan KMP BRR. Jika dibutuhkan, PT ASDP juga memperbantukan KMP Papuyu untuk melayari rute Uleelheu-Balohan.” 

-- Imam Habinajud -- 
General Manager PT ASDP Cabang Banda Aceh



"We Bridge the Nation” kalimat ini terlihat jelas di badan Kapal Motor Penyeberangan (KMP) BRR yang siap-siap hendak bertolak dari pelabuhan Uleelheu, Banda Aceh menuju pelabuhan Balohan, Sabang.
Kalimat tersebut benar adanya, kapal KMP BRR ini memang ibarat jembatan yang menghubungkan aktifitas warga di Kota Sabang dan Kota Banda Aceh. Bisa dibayangkan jika tak ada pelayaran yang melayani hubungan antara Banda Aceh dan Kota Sabang, bisa saja kawasan yang juga disebut Pulau Weh ini mungkin bukan lagi bagian dari ujung barat Indonesia.
Pelayaran yang dilakoni oleh PT ASDP Cabang Banda Aceh memang sudah menjadi urat nadi bagi layanan transportasi laut bagi kawasan-kawasan kepulauan di Aceh. Tidak hanya menjadi penumbuh kehidupan transportasi laut namun juga kehidupan ekonomi baik daerah maupun masyarakat.
General Manager PT ASDP Cabang Banda Aceh Imam Habinajud mengatakan, saat ini PT ASDP Cabang Banda Aceh mengalami kemajuan yang pesat dalam operasional Pelabuhan Uleelheu Banda Aceh.
Imam Habinajud menyebutkan ada peningkatan pertumbuhan produksi yang signifikan hingga 15 persen pada tahun 2015 dibandingkan tahun 2014 lalu. “Jumlah penumpang orang dan angkutan mengalami kenaikan untuk disebrangkan ke Pulau Sabang maupun sebaliknya. Bahkan di waktu-waktu tertentu jumlah trip pelayaran kita tambah diluar jadwa yang ada,” jelas Imam.
Selain adanya destinasi wisata di Pulau Weh yang menjadi alasan utama bagi masyarakat untuk menyebrang, mulai adanya peningkatan ekonomi di Sabang juga menjadi alasan lain peningkatan jumlah produksi.
“Untuk itu PT ASDP menambah armada kapal menjadi dua unit yakni KMP Tanjung Burang dan KMP BRR, namun jika dibutuhkan karena membludaknya penumpang berkunjung ke Sabang PT ASDP juga memperbantukan KMP Papuyu untuk melayari rute Ulhe Lheu-Balohan,” sebut Imam Habinajud.
Untuk KMP BRR yang memiliki kecepatan layar 10 knot/jam, memiliki kapastitas 377 untuk penumpang orang, 25 unit kendaraan roda empat berbagai ukuran serta 100 unit kapasitas untuk kendaraan sepeda motor.
Sementara untuk KMP Tanjung Burang memiliki kapasitas 325 penumpang, 20 unit kendaraan roda empat berbagai ukuran serta 100 unit kendaraan bermotor roda dua. KMP Tanjung Burang sendiri berkecepatan 8 knot/jam.
“Kehadiran KMP BRR sendiri menjadi bagian dari upaya kita untuk meningkatkan layanan kepada pengguna jasa pelayaran penyebrangan ini, dan kedepannya kita juga akan menambah dan memperbaiki beberapa layanan di kapal, seperti kantin dan toilet,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala UPTD Pelabuhan Uleelheu, Misdaryanto, mengatakan upaya peningkatan pelayanan di pelabuhan bagi para penumpang juga sudah dirancang sehingga bisa memberi kenyamanan bagi para pengguna jasa pelayaran. “Kita akan meningkatkan fasilitas toilet dan kantin sehingga bisa berstandar internasional, karena pelabuhan banyak disinggahi oleh tamu-tamu dari mancanegara,” katanya.

Untuk lebih mengutamakan keselamatan penumpang, pihak UPTD Pelabuhan sendiri akan membangun Gangway atau koridor bagi penumpang kapal. “Jadi di sini akan ada pemisahan antara penumpang orang dan kendaraan saat ke luar dari kapal, sehingga kita bisa mengefektifkan waktu dan lebih memberi kenyamaman dan kemanan bagi penumpang,” katanya.[yayan zamzami]

Post a Comment

0 Comments